Senin, 09 Januari 2012

SENI TARI TRADISIONAL NON KRATON DI GUNUNGKIDUL

KESENIAN TARI NON KRATON DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Kabupaten gunungkidul ,yang terletak di ujung tenggara kota Yogyakarta sejauh 39 km,dengan luas wilayah 1.485,36 km2 atau 46,63 % dari luas wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan terdiri dari 18 kecamatan dan 144 desa,dimana sebenarnya di masing masing desa pada setiap masing – masing kecamatan memiliki kesenian tari sendiri-sendiri,dalam pembahasan ini yaitu tari non kraton. Setiap desa memiliki jenis – jenis tarian yang berbeda – beda . 18 kecamatan yang ada di kabupaten gunungkidul antara lain yaitu:
1)      Gedangsari
2)      Girisubo
3)      Karang mojo
4)      Ngawen
5)      Nglipar
6)      Paliyan
7)      Panggang
8)      Patuk
9)      Playen
10)  Ponjong
11)  Purwosari
12)  Rongkop
13)  Saptosari
14)  Semanu
15)  Semin
16)  Tanjungsari
17)  Tepus
18)  Wonosari
Berikut ini merupakan beberapa jenis kesenian tari non kraton yang ada di wilayah kabupaten Gunungkidul ,antara lain yaitu sebagai berikut :
1.      Tayub
Kesenian tari tayub merupakan salah satu kesenian tari non kraton yang ada di wilayah kabupaten gunungkidul,yaitu tepatnya di dusun Trosari 1,Tepus,Tepus,Gunungkidul.Berdirinya kesenian tari tayub di dusun trosari yaitu pada tahun 1987,yang  diprakarsai oleh Bp.Sungadi yaitu seorang kepala dusun Trosari 1,sebagai pendiri sekaligus juga sebagai pengajar seni tari ini.
Penari seni tari tradisional Tayub yaitu berjumlah 3 orang yang terdiri dari 3 wanita sebagai penari (ledhek),sedangkan sebagai penabuh instrumen musik tari atau Piaga ( sebutan istilah jawa) berjumlah 16 orang. Instrumen – instrumen tari yaitu terdiri dari gamelan jawa seperti pada umumnya( seperti kethuk,kenong,kempul,gong,saron,peking,demung,kendhang,slenthem,demung,dll).sedangkan untuk kostumnya sendiri menggunakan kostum kejawen (slendang,jarik /kemben,sanggul,dll). Tayub ini ditarikan oleh penari wanita (yang biasa disebut ledhek),yang di iringi oleh musik gamelan untuk menghibur penonton,dan kemudian mengajak penonton untuk ikut menari,biasanya yang di ajak laki – laki.Tayub biasanya disajikan untuk acara – acara maupun upacara adat seperti nyadran,maupun sebagai sarana untuk memohon keselamatan,kesuburan,datangnya hujan dan menyampaikan rasa syukur atas karunia Tuhan Sang Pencipta.selain itu seni tari tayub ini biasanya juga sering ditanggap atau di sajikan untuk mengiringi sebelum di mulainya kesenian drama kethoprak.
Untuk biaya penanggapanya/pertunjukanya sendiri yaitu antara 2,5 juta – 3 juta . untuk pembagian biaya tersebut biasanya Rp. 700.000 /pemain,sedangkan sisanya untuk para penabuh instrumen tersebut,biasanya perorang para menabuh instrumen ini masing – masing mendapatkan Rp.100.000.Biasanya penari juga mendapat tambahan pendapatan dari hasil saweran yang diberikan oleh para menonton.
      
                      Sumber: disbudpar gunungkidul
2.      Tari Golek
Tari ini juga terdapat di dusun Trosari 1,Tepus,Tepus,Gunungkidul dan di dusun gadongan,karangsari,semin.Tari ini dimainkan oleh laki – laki dan perempuan ,yang menceritakan tentang pencarian seorang istri yang ditinggal pergi oleh suaminya karena tidak bertanggung jawab pada istrinya,sedangkan istrinya hanya mencari biaya sendiri untuk menghidupi anaknya. Tari ini biasanya di pentaskan menjelang pementasan seni kethoprak,dan tidak ditanggap khusus untuk acara-acara tertentu ,seperti Tayub,selain sebagai sarana hiburan  juga ditanggap khusus untuk upacara adat Nyadran.Untuk kostumnya sendiri yaitu menggunakan kostum kejawen (kebayak,jarik,dll),sedangkan untuk instrumennya sendiri terdiri dari gamelan laras slendro dan pelog.
3.      Tari Topeng
Kesenian tari ini juga berada di dusun trosari1,Tepus,Tepus,Gunungkidul,dan di Dusun,danggolo,purwodadi ,tepus.
Merupakan campuran antara tari klasik,dan tari modern(kreasi baru),awalnya hanya klasik namun menjadi kreasi baru pada saat ditarikan.Tari ini ditarikan oleh 2 orang yaitu seorang laki – laki (sebagai anak tiri) dan seorang perempuan sebagai ibu tiri.Tari ini menceritakan tentang kehidupan seorang anak tiri yang disia-siakan oleh ibu tirinya,kemudian anak tersebut pergi,dan pada saat kembali anak tersebut menggunakan topeng anak tersebut mengetahui bahwa ibunya telah berubah ,kemudian pada saat bertemu orang tuanya saling berpelukan,dan kemudian sang ibu juga meminta maaf karena telah menyia-nyiakan anak tirinya tersebut.kostum yang dipakai untuk menari yaitu berupa kostum gedhog.
4.       Doger
 Doger merupakan seni tari yang berada di dusun tepus3,tepus,tepus,gunungkidul.
Yang berada dibawah pimpinan Bp.Tekad. Doger merupakan perpaduan antara seni tari jathilan dan reog. Dhoger berdiri pada tahun 1986,dengan personil 70 orang sebagai pemain yang semuanya adalah laki – laki yang terdiri dari penabuh gamelan dan penari.
Dalam prosesi menari yaitu pada awalnya para penari menari  teratur sesuai dengan iringan musik gamelan,kemudian para pawang mencambuk para penari tersebut dan diberi mantra untuk memanggil roh halus yang akan masuk kedalam diri para penari tersebut.misalnya jika seorang penari dimasuki oleh roh monyet maka penari itu akan menari seperti monyet,jika dimasuki oleh roh ular maka penari akan menari seperti ular.
Kesenian tari dhoger biasanya di pentaskan untuk mengisi acara tradisi(adat) seperti rasulan.selain itu juga biasanya dipentaskan pada saat acara hajatan seperti khitanan,pernikahan,dll.
5.      Reog
Reog merupakan jenis kesenian rakyat yang bermuara dari cerita panji ,biasanya dimainkan  oleh 10 orang ,2 orang sebagai bancak dan doyok ( di gunungkidul biasanya disebut dengan penthul dan tembem),prajurit udang gilig,prajurit kuda kepang,penongsong,dan para prajurit,dengan instrumen iringan musik kendang,bendhe,kecrek dan angklung.(sumber: Dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten gunungkidul).
Sumber: disbudpar Gunungkidul


SUMBER DATA
1)    Drs.Ristu Rahardja,kepala seksi nilai budaya dinas kebudayaan dan pariwisata  kabupaten gunungkidul
2)    Bp.Sungadi ,kepala dusun Trosari 1,Tepus,Tepus,Gunungkidul
3)    Bp.Tekad,pimpinan doger dusun tepus 3.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar